Sebuah film 4D menggabungkan, pengalaman sentuhan fisik dengan presentasi 3D. Meriam air, penggelitik kaki dan pendorong hanya sedikit dari banyak alat yang membuat penonton basah, geli dan terdorong demi segi hiburan. Istilah 'Film 4 D' relatif baru tetapi penambahan efek fisik untuk film sudah lama tercipta. Pada tahun 1929, sebuah bioskop New York menyemprotkan parfum ke dalam auditorium selama acara musikal 'The Broadway Melody'. Penonton film horor 1959 'The Tingler' diberi kejutan
listrik yang sudah disimulasi pada saat moment yang menegangkan. Produser film, William Castle, menjadi terkenal untuk gimiknya yang rumit
seperti menaruh teriakan palsu dan kerangka karet di bioskop. Seperti 3D, kebaruan 4D segera mereda dan teknologinya dialihkan ke taman bermain selama tahun 1980 dan 1990-an.
Mengenai 5D, angggapan perbedaan teknologi 5D dengan 4D memang banyak, tapi sebenarnya tidak ada perbedaan. Penggunaan efek di auditorium seperti asap, hujan, petir, gelembung udara dan bau spesial sering dianggap orang-orang sebagai 5D. Sebenarnya itu adalah anggapan yang kurang tepat, karena sebenarnya tidak ada standar untuk penggunaan istilah 5D ini, maka dari itu beberapa perusahaan berusaha membuat 'branding' 5D sesuai dengan terminologi masing-masing perusahan. Tentunya ini akan sangat membingungkan bagi masyarakat umum, kan?
Oktober sudah datang, bulan ini bisa dikatakan bulan yang sibuk untuk para pengembang game. Beberapa game baru dan sequel juga berdatangan di bulan ini. Kali ini saya akan memberi jadwal serta preview dari beberapa game yang rilis bulan Oktober.
7 Oktober :
Mafia 3 (PlayStation 4, Windows PC dan Xbox One) — Mafia 3 menampilkan Lincoln Clay, seorang veteran perang Vietnam yang kembali ke kampung halamannya untuk memulai kehidupan yang baru serta membangun kerajaan kriminal yang terorganisasi. Menurut Game Director Haden Blackman, Mafia 3 akan membahas mengenai prasangka rasial dan identitas.
Paper Mario: Color Splash (Wii U) — Seri kelima dari game action adventure RPG ringan ini memberikan 'Paint Hammer' kepada Paper Mario serta menugaskan dia mewarnai ulang Prism Island. Game ini menggabungkan unsur platforming, turn-based combat dan puzle solving.
10 Oktober :
100ft Robot Golf (PlayStation 4 dan PlayStation VR) — Game baru yang terlihat sangat jelas terlihat dari judulnya, 100ft Robot Golf
adalah game single dan multiplayer yang memberi pemain kendali dari robot raksasa yang menjadikan beberapa blok kota menjadi lapangan golf mereka sendiri. Game ini juga akan dapat dimainkan di PlayStation VR, dimana pemain akan mengendarai robot mereka sendiri
11 Oktober :
Gears of War 4 (Windows PC dan Xbox One) — Sebuah seri game yang mungkin sudah sangat familiar, Gears of War 4 memberikan keseimbangan yang kuat antara familiaritas dan eksperimantasi. Jika kalian pernah bermain Gears of Wars sebelumnya, maka kalian pasti tidak akan kesulitan dengan dasar permainan ini. Sebagai karakter utama, JD Fenix, kalian akan dituntut dengan tipe cover-based gunplay serta penempatan posisi yang cerdas dan strategis.
Rise of the Tomb Raider: 20 Year Celebration (PlayStation 4) — Game yang rilis tahun lalu, Rise of the Tomb Raider akhirnya membuka jalannya ke Playstation 4 dengan edisi spesial yang akan berisi semua downloadable content (DLC) dan support untuk Playstation VR. Edisi 20 Year Celebration ini juga dapat dimainkan di Windows PC dan Xbox One, tapi VR support hanya eksklusif untuk Playstation 4.
13 Oktober :
Rez Infinite (PlayStation 4 dan PlayStation VR) — Rez Infinite direncanakan untuk melebihi jangkauan dari game remake biasa dengan menambah konten tambahan dan VR support. Sang pembuat game Tetsuya Mizuguchi dan perusahaan barunya, Enhance Games, menambah tingkatan baru yang bernama Area X, yang menurutnya adalah sebuah "Eksperimen".
Shadow Warrior 2 (Windows PC) — The first Shadow Warrior sebelumnyaa dikeluarkan di 1997, dan ingin menggabungkan first-person carnage dengan tema Kung Fu yang murahan. Reboot game ini keluar tahun 2013. Trailer game ini menceritakan Lo Wang sang protagonis sedang bertarung dengan sebuah kekuatan jahat menggunakan pedang dan tembakan
21 Oktober :
Battlefield 1 (PlayStation 4,
Windows PC dan Xbox One) — Ketika saingan terbesarnya mengambil setting jauh di masa depan, Battlefield justru mengambil langkah mundur kembali ke masa lalu. Battle field 1 berlatar belakang perang dunia pertama dan memberikan mode permainan baru yang jarang ditemukan di game FPS lainnya.
Civilization VI (Windows PC) — Beberapa minggu lalu, Civilization VI memberikan kita gameplay selama 52 menit. Secara berkala, mereka juga mengeluarkan para pemimpin-pemimpin baru dan kerajaan baru.
25 Oktober :
Dark Souls 3: Ashes of Ariandel (PlayStation 4, Windows PC dan Xbox One) — Ini merupakan downloadable content (DLC) bagi game Dark Souls 3. Menurut Hidetaka Miyazaki, DLC ini sangat misterius dan sedikit unik. Dia menyatakan kalu dia ingin memberikan "sentuhan gothic" yang dapat berdiri sendiri dan terpisah dari game inti.
Dragon Ball Xenoverse 2 (PlayStation
4, Windows PC dan Xbox One) — Bandai Namco menjanjikan kalau game ini akan menjadi game yang paling detail dari Dragon Ball yang pernah dibuat. Dalam trailer, fans akan mengenal beberapa karakter familiar seperti trunks dan Frieza. Sang pengembang juga memberi petunjuk cerita tentang masa lalu dan masa depan seri ini.
World of Final Fantasy (PlayStation 4 dan PlayStation Vita) — World of Final Fantasy,
Sebuah spinoff chibi (imut) dari seri game RPG buatan Square Enix, memberikan suasana baru mulai dari suasana yang sangat manis hingga self-parody yang membuat game ini tidak dapat dikatakan sebagai sebuah lelucon belaka
28 Oktober :
Titanfall 2 (PlayStation 4, Windows PC dan Xbox One) — Merupakan seri kedua dari franchise Titanfall buatan Respawan Entertainment. Game ini membuat kita mengendarai sebuah robot raksasa brnama Titan untuk maju ke medan perang. Titanfaall 2 memiliki 6 Titan berbeda dalam single-player campaign.
The Elder Scrolls V: Skyrim — Special Edition
(PlayStation 4, Windows PC dan Xbox One) — Ini adalah remaster untuk konsol modern dari game dengan judul yang sama juga akan mengandung DLC dengan mod support di Xbox One. Pemain di Windows OC yang memiliki game ini dan semua DLC sebelumnya atau sudah membeli Legendary Edition akan mendapat Special Edition secara gratis.
3D.... mungkin kata itu tidak asing bagi kita. Ya, hampir setiap hari kita menemukan sebuah karya seni baik secara fisik maupun visual yang berkonsep 3 dimensi. Dewasa ini, film yang menggunakan teknologi 3D sudah merupakan hal yang biasa, bahkan film animasi sudah mulai meninggalkan teknologi 2D dan beralih ke 3D. Tapi apakah kalian tahu kalau teknologi 3D sudah ditemukan lebih dari se-abad yang lalu..? Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang pengggunaan teknologi 3D pada film, namun lebih baik kalu kita mengenal apa itu 3D.
3D merupakan sebuah letak geometris dimana 3 buah nilai (parameter) digunakan dan diperlukan untuk menentukan posisi dari sebuah elemen. Sebuah objek 3 dimensi memiliki sebuah ruang didalamnya.
Teknologi 3D dalam perfilman dikenal sebagai "3-dimensional stereoscopic film" yang merupakan sebuah film yang meningkatkan ilusi visual tentang "Depth Perception". "Depth Perception" adalah kemampuan visual untuk melihat dunia dalam 3 dimensi dan jarak dari sebuah objek. Ada beberapa cara untuk memproduksi film 3D, diantaranya Live Action dan Animasi. Standaruntuk pengambilanfilmlive-action3Dmelibatkan penggunaan dua kamerayang dipasang berdampingan sehinggalensa kamera terpisah satu sama lain sejarak kedua mata manusia,merekamdua gambarterpisah untukmata kiridanmata kanan. Meskipun begitu,beberapa triksinematografiyang sederhanadengan kamera2Dmenjadi sulit atau bahkan mustahilketika membuat filmdalam 3D.Ini berarti trik ini harus diganti dengan penggunaan CGI yang mahal.
Di tahun 30-40 an Fleischer Studio membuat beberapa kartun latar belakang 'extensive stereoscopic 3D' , diantaranya Popeye, Betty Bopp, dan Superman. Seiring perkembangan, CGI (Computer-Generated Imagery) digunakan sebagai teknologi pembuatan animasi 3D. Hanya ini yang dapat saya berikan mengenai animasi 3D, semoga bermanfaat ddan menambah pengetahuan pembaca. Thanks for reading... :D
sumber : www.cinemauk.org
Digital Cinema, mungkin istilah tersebut sudah tidak asing ditelinga kita. Tentu saja, hampir setiap hari kita menyaksikan film di layar televisi maupun di bioskop. Tapi tahukah kalian apa itu Digital Cinema? Bagaimana perkembangannya?. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan secara singkat mengenai Perkembangan Digital Cinema.
Digital Cinema dapat diartikan sebagai penggunaan teknologi digital untuk menyalurkan atau memproyeksikan sebuah film (motion picture). Digital Cinema direpresentasikan oleh hitungan pixel horizontal, biasanya disebut 2K (2048 x 1080 atau 2,2 Megapixel) atau 4K (4096 x 2160 atau 8,8 Megapixel). Sebelum adanya Digital Cinema, para Sinematografi menggunakan gulungan atau rol film untuk memproyeksikan hasil karya mereka. Tentu saja ada banyak kendala dengan penggunaan rol film ini, karena semua rol tersebut harus diangkut ke bioskop agar dapat ditayangkan dan tentu saja jumlahnya tidak sedikit. Hal ini menuntut para pengembang dibidang Sinematografi mencari alternatif yang lebih memudahkan mereka dalam pendistribusian dan penayangan film tersebut.
Pada 1987, seorang ahli dari perusahaan Texas Instrument bernama Dr. Larry Hornbeck memulai pengembangan terhadap sebuah teknologi baru yang bernama Digital Light Processing(DLP) Projector. Pada 23 Oktober 1998, proyektor DLP dipublikasikan dan didemonstrasikan bersamaan dengan rilis film pertama yang didistribusikan menggunakan teknologi tersebut, yaitu The Last Broadcast. Walaupun pada rilis pertamanya DLP masih belum mencakup seluruh bioskop di Amerika, namun DLP berkembang sangat cepat.
Digital Cinema juga mengacu pada pendistribusian dokumen film. Sebelum DLP, film harus dibagikan ke bioskop-bioskop dalam bentuk rol film. Tentu ini sangat merepotkan, mengingat ada beberapa film yang menggunakan banyak rol film. Setelah munculnya DLP, format film berubah menjadi digital. Film dapat didistribusikan dengan cara yang lebih mudah dan praktis, misalnya melalui Internet, Optical Drive, ataupun berbentuk Blu-Ray.
Dibalik kesuksesan dan perkembangan Digital Cinema yang luar biasa cepat, ada beberapa produser film kenamaan Hollywood yang tidak terlalu menyukai Digital Cinema . Christopher Nolan, Paul Thomas Anderson, David O. Russel, dan Quentin Tarantino secara terbuka mengkritisi Digital Cinema dan menganjurkan untuk mengunakan film dan film print. Pernyataan yang paling terkenal adalah milik produser film legendaris The Godfather, Quentin Tarantino, yang mengatakan bahwa dia mungkin akan pensiun karena (walaupun dia masih dapat membuat film) dia tidak dapat memproyeksikan film dari kamera 35mm di kebanyakan bioskop di Amerika, karena perubahan yang sangat cepat ke Digital Cinema.
OK, hanya ini yang saya bisa jelaskan mengenai Perkembangan Digital Cinema. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Thanks for Reading..!!